Senin, 13 Februari 2012

Teruntuk Alm. Yuyut Doke. Valentineku.

Yuyut!
Baik, ini mungkin memalukan, setidaknya bagi Non. Non menulis surat buat seseorang yang sudah meninggal. Non akan menceritakan seperti apa kondisi hati dan kepalanya Non tentang rasa senang akan valentine yang sudah lama mati suri sejak Non harus merayakan Hari Kasih Sayang itu di hadapan mayat Yuyut.

Yut!
Beberapa tahun lalu, tepatnya ditanggal 13 ini, Non merasa menghirup kabut berwarna merah muda *okeh, ini lebay* saat Yut mengajak Non kencan untuk pertama kalinya. Caranya Yut berbeda, Non suka. Tidak berbelit, rumit, pas, tidak meminta, dan tidak memaksa. Yut mendadak menawarkannya malam itu, dan Non sungguh tak kuasa menolaknya.Ya, kencan itu tertunda, karena waktu tidak sedang berpihak pada kita. Dan Yut tahu setelahnya? Non dicekik jutaan tanda tanya bercampur dengan rasa sesak yang menghentak hentak. Menanti kapan waktu gantinya terpilin dalam suatu angka di kalender. Non menanti teleponnya Yut dengan cara menghitung detik yang berlalu. Dan yaa memang ini penyakitnya Non, Non tak berani menanyakannya lebih dulu. Namun, Yut serasa membaca pikirannya Non. Yut mengajukan hari dan dengan segera Non bilang setuju.

Yut!
Tiba pada harinya. Sehari sebelumnya aku sudah mempersiapkan apa yang akan Non bawakan di hadapanmu. Tidak berlebihan. Non ingin merasa pas di depanmu. Di sekolah Non serasa ingin menyihir jam dinding. Andai ada baterai yang bisa membuatnya bergerak lebih cepat dan membuat matahari segera tenggelam. Ingin segera bertemu Yuyut. 
Tiba jam pulang sekolah. Berlari kencang menuju tempat pertemuan kita. Singkat cerita, tibalah Non dirumah. Lalu segelumit bayangan memantul dari segala arah. Non tak tau cerita selanjutnya, karena yang Non tahu, Non sudah berada tepat dihadapan Peti dan sesosok lelakiu cakep yang selalu muncul di kepala Non tertidur kaku di dalamnya. Non tak ingin hari berganti. Non tak ingin ada esok. Non ingin tetap di hari itu, disitu, terjebak bersamamu. Namun seperti Cinderella, Non harus pulang dan kita hentikan rasa yang bertualang.
Jika memang dihendaki. Semoga akan ada kencan kedua, ketiga, dan selamanya nanti.

Minggu, 12 Februari 2012

Teruntuk Hendrik Ohoiwutun saat Aku Lanjut usia.

Kakak!
Selamat Hari Minggu semoga Happy Sunday dan Tuhan Yesus beserta Bunda Maria memberkati. Amien. Kakak, pagi ini secara tidak sengaja Adek mendengarkan lagunya Sheila On 7 yang judulnya Saat aku Lanjut Usia dari kosan putra sebelah. Lagunya lucu tapi lirknya dalam, menurut Adek. Ini liriknya :

Saat aku lanjut usia
Saat ragaku terasa tua
Tetaplah kau s’lalu di sini
Menemani aku bernyanyi

Saat rambutku mulai rontok
Yakinlah ku tetap setia
Memijit pundakmu hingga kau tertidur pulas…

Reff:
Genggam tanganku saat tubuhku terasa linu
Kupeluk erat tubuhmu saat dingin menyerangmu
Kita lawan bersama, dingin dan panas dunia
Saat kaki t’lah lemah kita saling menopang
Hingga nanti di suatu pagi salah satu dari kita mati
Sampai jumpa di kehidupan yang lain

Saat perutku mulai buncit…
Yakinlah ku tetap yang tersexy…
Dan tetaplah kau s’lalu menanti…
Nyanyianku di malam hari…


Kakak!
Mungkin nanti, 25 tahun dari sekarang, Adek akan selalu ingat tanggal lahir Kakak 11 September 1983 dan Adek tidak mempedulikan umur Kakak saat itu. Mungkin pada saat itu, Kakak dan Adek bergandengan tangan saling menemani ke Dokter. Mungkin saat itu pula Kakak mulai pikun dan Adek dengan sabar mengingatkan Kakak.Mungkin saat itu, Kakak atau Adek, kita selalu menyiapkan obat yang wajib kita minum setiap hari. Tapi yang pasti, saat itu, entah Kakak memakai kursi roda atau berjalan dengan tongkat, Adek akan selalu berada selangkah di dekat Kakak. Amien

Sabtu, 11 Februari 2012

Teruntuk Hendrik Ohoiwutun, kamu tidak rindu pada rindu?

Kakak!
Rintik-rintik hujan mengetuk atap kosan Adek, senja perlahan menghilang, langit begitu gelap, kilat sesekali menyambar di balik awan yang begitu pekat. Ah, Malam ini hujan akan turun dengan sangat deras. Ya Malam Minggu ini, Malam Minggu kesekian kita tak bersama. Adek beringsut perlahan membuat secangkir Energen Kacang Ijo kegemaran Adek, Kakak masih ingat kan? 2 bungkus secangkir. Malam ini terlalu dingin untuk menahan Adek menelan sesuatu yang hangat

Kakak!
Barusan Adek mengkhayal, hape Adek bergetar dan ada nama emoticon \:D/ dilayarnya. Itu nama kontak Kakak di hape Adek. adek mengharapkan ada kalimat : "Kakak ada di bawah, pelae Adek ko cepat keluar sebelum Kakak menggigil beku". hahahaha.. Kemudian, Adek beranjak dari tempat tidur dan membuka pintu kamar sembari mendongakan kepala ke bawah. Ada Kakak disana diatas motor Shogun Biru kebanggaan Kakak lengkap dengan senyum pengampunan favourite Adek itu. Kita berpeluk rindu, sudah 2 Bulan minus 2 Hari ditambah 3 Bulan lagi kita tidak bertemu.

Kakak!
Tidakkah Kakak rindu pada rindu seperti Adek yang selalu rindu kepada rindu. 5 bulan adalah waktu yang lama untuk menantikan rindu kembali, Kak. Adek sudah terlalu sendiri disini. Masalahnya, masih sanggupkah Adek menunggu saat waktu terus berpacu? Masih bersabarkah Adek jika cinta mulai memudar? Kesepian sudah menjadi cambuk yang mendera.

Kakak!
Hujan di luar telah mereda, Adek pergi mencari makan dulu ya. Jangan lagi Kakak tanyakan dengan siapa, karena jawabannya masih tetap sama, SENDIRI! Sesungguhnya, Adek ingin melewatkan ribuan hujan bersama Kakak dan Kakak akan selalu berkata, "Hujan ini akan segera reda, dan Kita bisa pergi mencari makan"

Kamis, 09 Februari 2012

Teruntuk Hendrik Ohoiwutun, ribuan detik penantianku

Kakak!
Kemarin Adek sedang bersedih, tapi seperti biasa, Adek bisa menyembunyikannya dengan tawa. Iya itu karena Dia. Pasti Kakak ingat yang Adek maksud siapa, saat mata Kakak terpaku pada barisan tulisan ini, Kakak pasti akan tertawa melihat sosok pasangan yang membahagiakan Kakak, yang akan selalu menyayangi Kakak, selamanya. Amin.

Kakak!
Kemarin Adek pikir Adek sudah berlari jauh meninggalkan sakit itu, tapi ternyata Adek hanya berlari di tempat saja, seperti Kakak-Kakak kelas Adek yang suka mabuk-mabukan waktu SMA. Adek benar-benar masih di posisi yang sama. Keingintahuan Adek akan Kakak yang tidak tahu bahwa Adek mengawasi dari kejauhan. Ternyata, pura-pura tidak menangis tidak mampu membawa Adek pada sebuah senyum yang berkepanjangan.

Kakak!
Entah kenapa kali ini Adek menulis surat seperti ini, mungkin sebagai pengingat bahwa Adek pernah mengalami hal yang berat sebelum bertemu Kakak, orang yang setia meringankan segala beban Adek. Adek sungguh ingin memeluk Kakak sekarang dan mendengar Kakak bilang, "Kakak ada dengan ko Adek, semuanya tentu akan baik-baik saja". Adek tahu ini bukan saat yang tepat untuk kita bertemu, Adek akan sabar menunggu hingga saat itu tiba. Waktu, dia akan menampung semua airmata rindu Adek.




salam dariku untuk waktu yang akan tiba.

Rabu, 08 Februari 2012

Teruntuk Hendrik Ohoiwutun, Kicauanku yang Salah

Kakak!
sudah berapa hari ini Adek tidak menulis surat lagi untuk Kakak. Adek terharu, banyak pihak yang peduli, khawatir Adek sakit hati. Histerisnya beberapa pihak terhadap kabar burung bahwa kita berdua putus, membuat Adek iseng membuat kicauan-kicauan di twitter seolah dari hati. Adek geli dan juga terharu melihat perhatian mereka. tulisan dibawa ini adalah beberapa kicauan Adek, sekali lagi Adek katakan bahwa Adek tidak bersungguh-sungguh menulis inikareana tidak dipungkiri yang Adek tulis ini pernah Adek rasakan dengan seseorang yang berbeda. Bukan Kakak! hehehe..
Cieh. Besok yang udah mau menuju altar perkawinan. Moga lancar ya, Kakak ♥
Kok pakek ♥ sih, T? Pongol banget deh.
Aku ingin berada dihadapanmu. menangis sesuka hati. aku ingin ini jadi tangis terakhirku dipelukanmu.
Entah. Aku hanya tidak menyukai drama ini. Dia yang tlah merebutmu dariku, harusnya lebih peka merasa.
Segigih apa aku mencoba, aku tidak akan menjadi dia. Semampuku, ingin kucoba, untuk tetap selalu ada.
Mungkin aku tidak akan pernah nyata dihidupmu. Tapi kenapa sakit ini benar terasa?
Hati Adek sakit Kak :((((((
Banyak juga yang bertanya, apakah Kakak dijodohkan atau apalah itu? Lucu ya. Mereka terlalu menganggap serius kicauan Adek beberapa hari sebelumnya, Adek bilang :
Dia, yang kusebut Pacar, tenyata lebih betah di Merauke dengan Anak Kepala Suku Perempuan itu :(
Kakak!
Adek berlebihan ya? Biarlah. Epen ka? Adek memang suka memberi lebih dari apa yang mereka ingin ketahui :*



Kiss, Telly :*

Selasa, 07 Februari 2012

ketika @nggeme, @Titon_AP7 dan @ihdannizar bersajak 'R I N D U'

postingan ini adalah balasan-balasan sajak yang dikicaukan @nggeme, @Titon_AP7 dan @ihdannizar di twitter kemaren sore. RINDU :

@Titon_AP7 : aku menyeruput sore tanpa gula dalam cangkir. mengingat tentangmu, membuatny semakin getir.
  
@nggeme : tak akan lagi aku sanggup mengepak sayap mengitari bumi, menyibak pekatnya malam, sebab badan ini memikul rindu teramat berat. 

@ihdannizar : Di batas tanya yg menggugat ragu, rindu makin memperlihatkan kehebatannya; menyusup di celah kegelisahanku.

@Titon_AP7 : baru saja ku saring senja dan menyeduhnya dengan sisa air hujan. lalu ku simpan dalam cangkir kenangan.

@nggeme : Sekalipun rinduku ku sertakan dengan perangko balasan, aku tak yakin kau akan membalasnya.
 
@Titon_AP7 : jika ada kata yang dapat mengubah rindu menjadi bertemu, aku akan tuliskan..

@ihdannizar : Ini di luar batas logika. Merindukanmu adalah hal terindah yg kutelan mentah-mentah tanpa retorika.

@nggeme : Jangan tanyakan kemana semua lemak yang dulu ada ditubuhku. Dia telah habis dimakan rindu, karenamu

@Titon_AP7 : jika ada anak panah yang menusukmu, berharaplah itu berasal dari busur jenuhku. Tanpamu.

@nggeme : Aku sudah lelah berlari bahkan berjalan, beban rindu terus bertambah tiap hari, aku mau duduk & meletakkan semua'a 

@Titon_AP7 : rindu adalah hal yang tidak harus terealisasi. Biarkan. Biarkan rindu tumbuh subur di ladang mimpi.

@nggeme :  Duniaku tidak begitu besar, hanya sebesar hati yang diam-diam menyimpan rindu untukmu.

@Titon_AP7 : disetiap rindu ada tunggu. Disetiap tunggu ada ragu. Disetiap ragu ada kamu. Aku selalu menunggu. Iya, kamu.

@nggeme : Tertawakan aku dimimpimu, biar nanti aku terbangun sambil rindu sama kamu.

@Titon_AP7 : rindu bukan kepalang. Menunggu kau bertandang. Ku siapkan hangat peluk jika kau datang, sayang. 

@nggeme: Jangan mengejarku. Jangan mencariku. Aku yang kan menemukanmu. Aku, rindu. Yang dekat dihatimu.

@Titon_AP7 : untuk kesekalian kalinya kubaca surat yang tidak pernah sampai ke tanganmu. Rindu keparat ini menyerbu. 

@nggeme : Ya. Aku sedang berjalan ke hatimu sambil membawa sekotak rindu. Sambut aku ketika ku mengetuk

@Titon_AP7 : jika pertemuan adalah saudara kmbar perpisahan, maka kan kujabat rindu sbg tanda kesepakatan .

@nggeme : Jika aku kehilanganmu. Aku hanya perlu rindu untuk bisa menemukanmu. Kita terhubung rindu yg sama 

@Titon_AP7 : aku tau semua tentangmu adalah palsu. Tapi itu tidak membuatku tuk berhenti merindumu. Apalagi melupakanmu.
  
@nggeme : Rindu sering berkunjung tanpa kenal waktu. Terkadang mengendap-endap, lalu menyergap kala kita tak siap.

@Titon_AP7 : dari basah hingga kering. Karena sering, merindumu kulakukan beriring.    

@nggeme : Aku mendongakan kepala ke langit, berharap kau melihat langit rindu yang sama denganku

@Titon_AP7 :

@nggeme : Aku marah. Aku kesal. Aku kecewa. Namun semua'a tertutupi hangat rindu yang menyala-nyala. Aku takut waktu membuat aku melupakan raut wajahmu. Sebut aku sentimentil. Tapi aku sungguh merindukanmu
 
 
 

Teruntuk Milanisti yang memarahi Abate(ku)!!

Suno Christiawan!
Hay :) eh salah ya, yang benar Forza Milan! Forza Lotta! Hehehe.. mungkin kamu akan kaget mendapatkan surat dari saya ini. Yupz, kita tidak saling kenal, tapi ketahuilah, bahwa saya juga seorang Milanisti seperti kamu. Walaupun keMilanistian saya baru seumur jagung, tepatnya baru dimulai pada akhir 2002, tapi saya yakin kamu tau kan motto Milanisti Indonesia adalah "Lebih Dekat dari Saudara dan Lebih Besar dari Keluarga". Berarti secara tidak langsung, saya ini keluargamu kan? Yah sudahlah yah, saya terlalu SKSD sebenarnya.

Okeh, saya akui saya sangat-sangat emosi barusan ketika membaca suratmu yang berjudul Ini Salahmu Abate. Saya taulah betapa kamu sangat kecewa dengan performa Abate pada Derby Della Madoninna tanggal 16 Januai kemarin. Mungkin Abate telah membuat kita gemas, mungkin Abate begitu menggemaskan. Saya jadi ingat pada waktu itu, di mana bola mataku didekap oleh cahaya yang terpancar dari caranya Milito setelah memasukkan bola ke gawang Abiati dengan gampangnya. Dan. Buzz. Goal! Suara semua Interisti yang kebetulan nonton bareng kami, Milanisti sezione Ngalam Raya di base camp MIsNR pun bergema. Saya melihat dengan jelas sekali bek kanan Milan itu gagal mengantisipasi bola silang sehingga penyerang Inter mampu menciptakan goal penentu itu. Nangis? Iya saya menangis dalam hati. Sakit sekali rasanya. Apalagi saya mendengar banyak caci maki yang keluar dari mulut para Milanisti yang berada di belakang saya. Abate, dia melakukan kesalahan yang sangat fatal di Derby ini. Dia memang pantas dimarahi, tapi apakah dia pantas dicaci maki? Tidak kan? Dia itu Pejuang Kita. Setidaknya dia sudah berusaha menjangkau bola itu, tapi apa daya, keberuntungan belum ada di tangan kita. AC Milan!. Saya bukan fans fanatik Abate, seperti saya mencintai mati-matian Manuel Rui Costa, Andrea Pirlo dan Pippo Inzaghi. Tapi, Abate adalah bagian dari Milan, dan saya rasa wajib untuk membelanya.

Hahahaha, mungkin kata-kata di atas berlebihan, tetapi semoga tidak kekurangan sama sekali. Surat ini hanya sebagian kecil dari cara saya menggambar pembelaan saya kepada si Kijang, Abate. Sebab jauh di atas saya, ada Allegri yang mengerti dia.



Angel Milanisti  sezione Ngalam Raya, A006, Telly Rohy \0/



"Surat Balasan untuk Surat Cinta @sunoesche Ini Salahmu Abate"

Senin, 06 Februari 2012

Teruntuk @Arwa_Zed dan @TitaRumatita, S T O P!!!

Awa!
jangan mencak-mencak dulu membaca suratku ini. kepalaku sudah hampir pecah. apalagi yang dapat kulakukan untuk menghibur kemarahanku? kau juga marah? jangan! ini giliranku untuk marah. jadi tolong singkirkan hobimu yang hanya marah-marah dengan suara melengking itu! kamu bukan siapa-siapa yang berhak memarahiku. seharusnya kamu merasa, jika kamu masih punya perasaan. seringkali aku bicara, PACARKU TERLALU MENYAYANGIKU dan DIA TIDAK MAU AKU DISAKITI!!! TOLONG MENGERTI!

Tita!
"Tuhan!" ini serius! aku menyebut-nyebut nama Tuhanku ketika aku mengingat-ingat semua kata-katamu semalam. aku tak sanggup lagi berkata-kata. sungguh aku ingin bertemu langsung untuk berbicara dengan kamu dan menjelaskan semuanya, supaya otak kecilmu itu tidak hanya berisikan kecemburuan yang membuatmu makin keliatan kerdil di mataku.

Awa!
tidak banyak orang beruntung yang tahu nomer handphoneku. aku memang sengaja mengganti nomer untuk menghindarimu yang suka datang dengan cara tiba-tiba. aku terganggu, sungguh terganggu dengn semua permintaan maaf serta segala perhatian busukmu dan aku mulai lebih terganggu kalau pacarmu suka menerrorku dengan berbagai macam cercaan yang tidak pantas aku dengar ketika dia tahu kamu menghubungiku. disaat itu terjadi, kamu dimana? menghindar seperti Banci saja!

Tita!
aku perempuan. aku tahu gimana rasanya bila pacarku menjalin komunikasi dengan perempuan lain, apalagi itu adalah mantannya. rasanya sangat sakit, sakitnya sama seperti saat dulu kamu memasuki hatinya dan menendang aku dengan keras dari dalamnya. aku sudah menjauhi dia, tapi dia dengan segala caranya yang menghubungi aku lagi dan menjelaskan ke aku kalau kamu tahu dia menghubungiku.

okeh, ini bukan surat cinta. aku harap kalian berdua cukup menggangguku setelah membaca surat ini!!



salam, Telly

Minggu, 05 Februari 2012

Teruntuk @PepoNesta, Happy Pongol Day :*

Pepo!
dikala sang surya mulai memancarkan sinarnya, kita tahu bahwa disaaat itu pula rembulan berhenti bercahaya. kedua hal tersebut selalu terjadi tiap hari dan membuat kita lupa bahwa kita semakin dewasa seiring berjalannya waktu. usia kita, dia bagaikan panah yang lepas dari busurnya. selalu bertambah dan takkan pernah kembali.

Pepo!
sahabatku, tiada kado yang lebih berharga di hari ulang tahunmu, selain kata "selamat Ulang Tahun". tiada doa yang bisa kupanjatkan, sealain doa "semoga panjang umur dan bahagia selalu". tiada harapan yang bisa kurangkai dengan indah, selain harapan "kedewasaan mengantarkanmu menuju kesuksesan".

Pepo!
kau tau, kamu disana sendiri, sunyi senyap dan hanya berteman bayang-bayang, berkawan semangat dalam kerja keras ambil mencurhkan peluh dan pikiran hanya untuk mewujudkan impianmu. itulah hidupmu, teman, yang tak pernah kesepian. persahabatan tak kau artikan harus selalu berdektan, berteman bukan berarti tak pernah sendiri. mimpimu, mimpiku, mimpinya, dan mimpi mereka pastilah tak pernah sama. bolehlah jiwa bertaut, tapi raga biarlah berkelana mewujudkan mimpi-mimpi dengan kerja keras dan penuh kegembiraan. ah sudahlah. SELAMAT ULANG TAHUN, Teman :) Semoga HAPPY BIRTHDAY ya :)) teriring doa dan harapan, semoga impianmu terkabulkan.



NB : Makan-Makannya Kapan? padahal aku pas lagi di Surabaya ini loh :(



si Pongol, Telly :)

Sabtu, 04 Februari 2012

Ini anak udah gemuk aja skrg :))))

Teruntuk Hendrik Ohoiwutun, aku Egois!

Kakak!
pagi ini Adek menulis surat dari Surabaya. ditemani kipas angin berkekuatan tragis :)) dan jarum jam yang bergerak lebih cepat dari yang Adek harap. hoooaaammm, Adek masih mengantuk dan lelah setelah melewati macet yang rasa-rasanya minta dicium mulai dari daerah Gempol semalam. Adek masih ingin meletakkan tubuh di kasur yang nyaman ini, dan membawa Adek terbang bersanding dengan awan untuk terbang ke pangkuan Kakak, dalam mimpi.

Kakak!
SMS terakhir Kakak mungkin SMS paling keras yang memukul kepala Adek, demikianlah kata maaf Kakak. tetapi, apa Adek sudah memaafkan Kakak? entahlaaah.. sebagaimana Adek bisa menceritakan keaadan Adek dengan baek bila Kakak getaran dalam setiap cerita Adek. Adek tidak sanggup mengendalikan Kakak di dalam Adek. ini bukan hanya sesuatu yang emosional. Adek hanya gugup menjelaskannya, seperti harus Adek jabari dengan rinci tentang berjuta kerinduan Adek. sulit bukan? karena kerinduan itu kebutuhan Adek. mudah baagi Adek marah bila tidak Kakak penuhi. ya! Adek egois.


Hmmm....

Kamis, 02 Februari 2012

Teruntuk Bapak Marthen Rohy, Ingin Pulang :(

Bapak!
selamat malam. malam ini, Non tetiba kangen Bapak. apalagi setelah mendengar suara batuk Bapak di telpon barusan. Bapak sakit kan? kenapa Bapak tidak pernah cerita di Non? ini yang paling Non tidak setuju dengan Bapak. Bapak selalu berpikir Non bakal kepikiran kalau dengar kabar tidak baik dari rumah. Bapak lupa ya betapa marahnya Non waktu Bapak menyembunyikan kabar sakitnya Alm. Mama dari Non? seburuk apapun Pak, Non harus tau. Maaf, non jadi marah-marah lagi.

Bapak!
malam ini Non pengen pulang ke rumah. Non pengen sekali berjumpa dengan Bapak dan merawat Bapak. Non tidak mau perasaan menyesal seperti waktu Non tidak merawat Alm. Mama disaat beliau sakit. bayangan pulang tuk segera berjumpa dengan Bapak makin menggebu-gebu disaat Non menulis surat ini. Non ingin Bapak tau, Non bergetar seirama dengan isakan tangisan ini karena merindukan Bapak. hangat senyuman Bapak semakin jelas menari-nari di kepalanya Non.

Bapak!
2 tahun sudah kita tidak saling bersua. Non merindukan pelukan Bapak. rasa ingin pulang ini sudah memasuki mimpi Non tiap malam. rasanya Non tidak ingin terjaga sampai Non pulang. tolong, kali ini Bapak ijinkan Non pulang yaa.




Anak Gadismu, Telly :*

Rabu, 01 Februari 2012

Teruntuk Hendrik Ohoiwutun, Just a Feeling

Kakak!hari ini sudah masuk ke bulan Februari. bulan penuh cinta (katanya). hari ini hujan lagi. hujan hari ini bercampur dengan panasnya terik matahari. semakin membuat gerah. Kota Malang yang dulu sejuk ini semakin panas saja. hmm, rasanya Adek ingin mengotong galon berisi air kemana-mana -_______-.

Kakak!
tadi pagi ada kejadian memalukan. di kost, sekitar jam 7an, Adek menangis. lagi! hahaha cengeng ya? ya! airmata Adek tidak bisa Adek tahan lagi untuk tidak diketahui oleh teman-teman kost Adek. Adek memang menangis di tempat jemur pakaian, lantai 3 kos. sendirian. tapi, tetiba ada teman kost Adek yang datang mendekati dan menanyakan alasannya. ya, alasannya off the record. pikiran Adek terbagi-bagi dan saling berkaitan. semuanya tetiba meledak pagi ini. Kakak pernah bilang untuk tetap tenang, tidak ada masalah yang tidak bisa diselesaikan. Tidak Bisa!.

Kakak!
Adek galau. sama seperti hujan saat ini. tapi, Adek harap Kakak tidak seperti Adek. tetaplah dalam ketenangan-ketenangan yang akan Kakak ciptakan di SMS atau telepon setelah Kakak membaca surat ini. Adek sangat mengerti posisi Kakak sekarang. sesuatu hal yang membuat kita down, jangan menjadi penghalanag. Adek tidak mau itu. Adek suka Kakak yang tenang. jangan pikiran. masih banyak orang-orang di sekitar Adek yang bisa mendukung Adek selama Kakak di Merauke. kecuekan Kakak akhir-akhir ini ada alasannya. Adek mengerti. Adek paham posisi Kakak. karena Adek akan coba untuk mengerti.

Kakak!
ini hanya sebuah rasa. akhir kelanjutannya pun Adek belum tahu, Kakak juga belum tahu, Kita belum tahu. iya, karena Tuhan yang menentukan semua ini. Adek memang sudah memmpunyai keinginan tertentu untuk hidup Adek, demikian juga Kakak. dan Adek harus bertahan sampai pada garis akhir. rasa cinta ini tidak salah kan? karena dia hanya sebuah rasa. karena dia hanya sebuah keinginan yang Adek tuangkan di dalam setiap kata dalam surat-surat Adek akhir-akhir ini yang Tukang Pos kirimkan ke Kakak. Tentang Kakak!



yang mencintaimu dalam tangisan, Telly :*