Kakak!
Kemarin Adek sedang bersedih, tapi seperti biasa, Adek bisa menyembunyikannya dengan tawa. Iya itu karena Dia. Pasti Kakak ingat yang Adek maksud siapa, saat mata Kakak terpaku pada barisan tulisan ini, Kakak pasti akan tertawa melihat sosok pasangan yang membahagiakan Kakak, yang akan selalu menyayangi Kakak, selamanya. Amin.
Kakak!
Kemarin Adek pikir Adek sudah berlari jauh meninggalkan sakit itu, tapi ternyata Adek hanya berlari di tempat saja, seperti Kakak-Kakak kelas Adek yang suka mabuk-mabukan waktu SMA. Adek benar-benar masih di posisi yang sama. Keingintahuan Adek akan Kakak yang tidak tahu bahwa Adek mengawasi dari kejauhan. Ternyata, pura-pura tidak menangis tidak mampu membawa Adek pada sebuah senyum yang berkepanjangan.
Kakak!
Entah kenapa kali ini Adek menulis surat seperti ini, mungkin sebagai pengingat bahwa Adek pernah mengalami hal yang berat sebelum bertemu Kakak, orang yang setia meringankan segala beban Adek. Adek sungguh ingin memeluk Kakak sekarang dan mendengar Kakak bilang, "Kakak ada dengan ko Adek, semuanya tentu akan baik-baik saja". Adek tahu ini bukan saat yang tepat untuk kita bertemu, Adek akan sabar menunggu hingga saat itu tiba. Waktu, dia akan menampung semua airmata rindu Adek.
salam dariku untuk waktu yang akan tiba.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar