Kakak!
pagi ini Adek menulis surat dari Surabaya. ditemani kipas angin berkekuatan tragis :)) dan jarum jam yang bergerak lebih cepat dari yang Adek harap. hoooaaammm, Adek masih mengantuk dan lelah setelah melewati macet yang rasa-rasanya minta dicium mulai dari daerah Gempol semalam. Adek masih ingin meletakkan tubuh di kasur yang nyaman ini, dan membawa Adek terbang bersanding dengan awan untuk terbang ke pangkuan Kakak, dalam mimpi.
Kakak!
SMS terakhir Kakak mungkin SMS paling keras yang memukul kepala Adek, demikianlah kata maaf Kakak. tetapi, apa Adek sudah memaafkan Kakak? entahlaaah.. sebagaimana Adek bisa menceritakan keaadan Adek dengan baek bila Kakak getaran dalam setiap cerita Adek. Adek tidak sanggup mengendalikan Kakak di dalam Adek. ini bukan hanya sesuatu yang emosional. Adek hanya gugup menjelaskannya, seperti harus Adek jabari dengan rinci tentang berjuta kerinduan Adek. sulit bukan? karena kerinduan itu kebutuhan Adek. mudah baagi Adek marah bila tidak Kakak penuhi. ya! Adek egois.
Hmmm....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar