Sabtu, 21 Juli 2012

Kerinduan untukmu masih tetap ada.

 

Ini kerinduan ku untuk Kamu, ya Kamu. Linangan air mata bertetesan deras menyertai tersusunnya tulisan ini. Aku lihat engkau lelaki yang gagah lagi matang. Bacalah surat ini. Dan kau boleh merobek-robeknya setelah itu, seperti saat engkau meremukkan kalbuku sebelumnya. 

Kamu,
Aku hanya ingin melihatmu saja. Lain tidak. Kapan hatimu memelas dan luluh untuk wanita lemah ini yang dirundung kerinduan, sekaligus duka dan kesedihan? Aku tidak tega untuk mengadukan kondisi ini kepada  yang di atas sana. Aku juga tidak akan menularkan kepedihan ini kepada orang lain.

Kamu,
Walaupun bagaimanapun engkau masih sebagian kecil dari hatiku, bunga kehidupan dan cahaya diriku...
Kerinduan untukmu masih tetap ada.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar