Kakak!
Adek sudah lelah, Adek ingin beristirahat hingga Kakak tahu siapa tujuan Adek, bersama waktu, tidak kemana-mana, tapi kesitu. Adek mau tenang dalam rasa, Adek tidak mau memperdebatkan kalah atau menang dalam cinta. biarkan Adek atur dulu nafas Adek yang tersengal-sengal akan harap palsu dengan cara menghirup sendiri ketenangan di dalam kamar kos ini. itu saja kelebihan Adek, kini.
Kakak!
sadarkah Kakak bahwa satu-satunya yang tak bisa Kakak bohongi itu adalah diri Kakak sendiri? tugas Adek hanya mengetuk jidat Kakak yang jenong itu. TUK! TUK! TUK! semoga Kakak sadar akan adanya Adek di hati Kakak.
Salam.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar