Masih ada harapan sebelum kepedihan sampai ke inti. Mungkin tak ada yang
pantas kita pertahankan, bila pada akhirnya setiap pilihan cuma mampu
melemparkan kita pada kebencian. Baiklah kita lanjutkan saja perjalanan
ini, meski akhirnya keberadaan musti meluruh seperti sisa embun di daun
jatuh. Sambil mencoba setiap kepedihan. Mungkin suatu ketika kita akan
terjatuh, lantas seperti sebatang pohon yang rubuh, kita memandang
langit dengan mata memohon. Tetapi kita adalah orang kalah yang selalu
bermimpi tentang kemenangan, kita adalah bagian dari sejarah yang kerap
terlupakan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar