Jumat, 25 Mei 2012

Selamat (seharusnya) merayakan 1 tahun, Kita - Celotehan Terakhir T untuk Hendrik

"Aku gak menyesali keputusanmu untuk sendiri dan memutuskan hubungan ini, karena aku sadar suatu saat nanti kamu akan tau siapa yang benar-benar menyayangimu. Karena kita hanya saling melupakan satu sama lain, bukanlah saling meninggalkan."

Celotehan demi celotehan tentangnya telah ku torehkan di blog ini, celotehan yang sama sekali tak tersentuh oleh sosok yang tiap saat hadir dipikiranku. Ya, sosok itu kini bukanlah siapa-siapa dalam hidupku. Dulu, sosok itu nyata, hadir menemani, setia dan selalu ada disampingku. Itu dulu, dulu, dan dulu. Tak bisa kupingkiri, dulu memang indah, bukannya aku tak mau melupakan semuanya, tetapi sosok itu telah terlalu dalam masuk ke dalam hatiku.

Ini salah siapa? Salahmu? Tentu saja bukan, mana mungkin aku menyalahkan sosok yang sampai sekarang menjadi semangat di dalam setiap nafasku. ini salahku, salahku yang terlalu sayang, salahku yang terlalu berharap lebih jauh, salahku yang terlalu berharap untuk selalu bersamanya. Maaf, aku bukan pelupa yang hebat. Kamu sudah terlalu lama ada disini, dan sampai saat ini belum tercetus niatku untuk melupakan dan membuang semua cerita aku dan kamu yang indah, dulu.

Kenapa? Kenapa semuanya harus seperti ini? Aku tau, kamu sudah memutuskan semuanya, kamu sudah melupakan semuanya. Tapi tak begitu denganku. Aku masih tetap tegar dengan sifat munafikku. Aku masih berusaha tersenyum dan berpura-pura kalau aku bahagia tanpamu. Tak mengapa bagiku, melihatmu tersenyum saja, aku sudah cukup senang. Bagaimana kalau aku masih disampingmu sekarang? Kamu bisa bayangkan betapa bahagianya aku.

Ah, kenapa kamu masih mendominasi otakku? Padahal sudah 1 bulan lamanya kamu pergi dan memutuskan semuanya. Rasanya baru kemarin kamu bilang kalau kamu menyayangiku dan menginginkan aku untuk menjadi kekasihmu. Ya, baru kemarin. Andai saja aku mampu lebih sabar menahan egoismu. Tapi kalau terus menerus aku yang bersabar, bukan cinta namanya. Karena yang kutau cinta itu adlah dua perasaan yang dipersatukan. Sedangkan kita? Jadi ya, kalau dipikir-pikir semuanya lebih baik diputuskan walaupun penyesalan dan ras rindu itu datang.

***

"Selamat (seharusnya) merayakan 1 tahun, Kita". SMSku yang kukirimkan pada Hendrik, seorang lelaki yang sampai sekarang masih melekat dihatiku. Hari ini, 25 Mei 2012, adalah hari jadiku dengannya.Aku masih menganggap tanggal itu sebagai hari jadi aku dengannya. Tahun ini aku merayakan hari jadi kami seorang diri. Ya, mau gimana lagi? Mengharapkannya? Aku rasa itu hal yang mustahil, jangankan merayakannya, membalas pesanku saja dia sudah enggan. Hari ini air mataku menetes kala hingga penghujung hari dia tak membalas SMSku itu.

Ya Tuhan, haruskah air mata ini selalu menemani hari jadiku bersamanya? Kapan semuanya akan berakhir? Kapan aku akan berhenti mengharapkannya? Kapan aku akan berhenti melupakan hari jadi ini? Aku terlalu lemah melupakan itu, karena itu sudah terlalu dalam masuk ke dalam otakku.

***

Dear My beloved, Hendrik Ohoiwutun . . . .
Terimakasih buat cintamu,
Terimakasih buat kasih sayangmu,
Terimakasih buat pengertianmu,
Terimakasih buat kebesaran hatimu,
Terimakasih karena sampai saat ini kau masih ada untukku,
Walau kini kita sudah bukan pasangan kekasih lagi.
Happy anniversary sayang, always keep fighting and keep holding on….
I Love You more..more…and more everyday.
God Bless Us


Tidak ada komentar:

Posting Komentar