Kamis, 26 Januari 2012

Teruntuk Hendrik Ohoiwutun, simak kata-kataku baik-baik!

Kakak!
sekarang jari-jari Adek menari-nari. bukan karena girang. bukan karena takut. hanya agak gemetaran. sekarang Adek melihat handphone rasanya kasihan, dia seperti jenazah korban kecuekan Kakak!. tetapi sulit bagi Adek mencerna penyebabnya, karena segala perkiraan yang Adek pikirkan belum terstruktur dengan baik. dan lagi, Adek bukan ahli di bidang ini!

Kakak!
simak kata-kata Adek baik-baik! Adek tidak tahu menahu tentang apa isi hati Kakak. mana bisa Adek menduga kalau Kakak bisa menghilang seperti ini, lagi. mencari Kakak seperti mencari jarum yang terjatuh di dalam lubang sumur kesibukan Kakak. serius! Adek tidak menyangka ini terjadi.

Kakak!
sekarang Adek harus bagaimana? kini pertanyaannya terletak pada "bagaimana kalau Kakak yang mengalami hal seperti ini?" menggemaskan!! iya khan, Kakak?? iya, khan?? oh Kakak, ada banyak kisah bahagia terabaikan hanya karena Kakak menghilang. setiap kali meliht handphone ini, Adek selalu rindu pada bagian yang paling akhir perbincangan kita di telepon.



Telly, di dalam kamar kost yang dingin, setelah terteror berbagai emosi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar